LAPORAN PRAKTIKUM IMUNOSEROLOGI 2
Judul Praktikum :
Pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF)
Hari, Tanggal :
Kamis, 9 November 2006
Tujuan :
Untuk mendeteksi adanya RF dalam serum manusia .
Prinsip : Reagen RF adalah suspensi partikel
latex polystyrene yang telah disensitisasi dengan Ig G manusia yang telah
disiapkan secara khusus untuk mencegah terjadinya aglutinasi yang tidak
spesifik. Sensitivitas reagen latex RF telah ditentukan untuk mendeteksi RF
minimal 8 Iu/ml berdasarkan standar internasional WHO tanpa adanya pengenceran
sampel sebelumnya.
Metode :
Kualitatif
Dasar teori :
Artritis rheumatoid (AR) adalah penyakit kronik, inflamasi sendi yang menjadi
sistemik dan berhubungan dengan HLA-DR4. Inflamasi sendi dimulai dimembran
sinovia dan menjadi polifereatif, merusak tulang rawan dan tulang sekitar yang
menimbulkan deformitas sendi. Gejala utamanya berat badan menurun, arthritis,
malaise, panas, dan lemas.
Pada pemerikasan imunologik ditemukan antibody terhadap
IgG (biasanya berupa IgM, meskipun dapat pula berupa IgG atau IgA) yang
diproduksi sel B / sel Plasma dalam membran sinovia yang disebut factor
rheumatoid(RF).
RF adalah spesifik terhadap fraksi Fc dari molekul IgG.
RF mempunyai spesifitas terhadap heavy
chain dari Igg. Nampaknya unglycosilated
IgG diproduksi sel plasma yang merupakan imunogen non self dan memacu
respons autoimun.
Dalam cairan sinovial IgG dan RF membentuk kompleks imun
yang dapat menjadi besar sehingga dapat mengaktifkan komplemen baik melalui jalur klasik maupun jalur alternative
yang menghasilkan antara lain factor-faktor kemotaktik untuk neutrofil. Sel
fagosit ikut berpartisipasi memakan agregat imun dari IgG dan RF dan melepas
sitokin, berbagai enzim dan metabolit oksigen toksik.
Alat dan Bahan : -
Slide -
Reagen
-
Mikropipet 50 µl -
Serum
-
Tip -
Stik
-
tissue -
Rotator
Prosedur kerja :
1.
Siapkan reagen dan sampel pada suhu kamar sebelum digunakan .
2.
Tempatkan control (+) I tetes (50µl) pada slide, teteskan 1 tetes (50µl)
control (-) pada slide, dan teteskan 1
tetes (50µl) serum yang tidak
diencerkan pada slide.
3.
Kemudian kocok reagen latex dan tambahkan 1 tetes (50µl) reagen kedalam sampel , control (+) dan
control (-) untuk diperiksa.
4.Goyangkan
selama 2 menit / menggunakan rotator dengan kecepatan
80-100 rpm selama 2 menit.
7.
Positif palsu bisa terjadi apabila pembacaan lebih dari 2 menit.
Hasil Pengamatan :
Ж Metode Kualitatif
( sample A )

Kontrol (+) Kontrol (-) Sampel A
Aglutinasi (+) Aglutinasi (-) Aglutinasi (-)
Kesimpulan :
Pada sample serum A negatf (-) aglutinasi, jadi RF
negative (-).
Daftar pustaka : Subowo,Dr,Prof. 1993. IMunologi Klinik . Bandung.
Angkasa Bandung. Hal: 116-117
Dosen
pembimbing Praktikan
( ) MARDIANA FEBRIYANTI
3a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar